2015
ABSTRAK
Saat ini banyak merek
kartu telepon seluler GSM dan CDMA beredar di pasaran. Persaingan antar
produsen kartu semakin ketat, danperang tarif pun tak terhidarkan.
Penelitian ini bertujuan menguji apakah adaperbedaan kepuasan mahasiswa
pengguna kartu GSM dan CDMA. Studi dilakukan terhadap 80 mahasiswa Universitas
Gunadarma Depok, dengan kriteria: mahasiswa pengguna kartu selular GSM dan
CDMA, berusia 18-25 tahun. Pengumpulan data dilakukan lewat kuesioner, dengan
teknik incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanyaperbedaan
kepuasan yang sangat signifikan di antara mahasiswa pengguna kartu GSM dan
pengguna kartu CDMA, dilihat dari nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000
(p<o,os). Berdasarkan hasil perbandingan mean empirik dan mean hipotetik
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pengguna kartu GSM lebih tinggi dibanding
pengguna kartu CDMA.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan terus
berkembangnya teknologi jaringan komunikasi khususnya pada telepon seluler,
diperlukan adanya pemahaman bagi pengguna mengenai jaringan yang mereka
gunakan. Hal yang demikian akan bermanfaat terutama dalam perkembangannya.
Pengguna yang memahami dengan baik cara kerja jaringan yang mereka gunakan akan
mampu menggunakan fasilitas yang tepat di setiap kondisi dan kebutuhan yang
berbeda. Dalam hal ini, kita mengenal ada dua macam jaringan yang digunakan,
yaitu GSM dan CDMA.
Demikian pula pembahasan tentang
definisi dan cara kerja yang baik akan bermanfaat bagi berkembangnya teknologi
GSM dan CDMA tersebut.
1.2 Tujuan
·
Memberikan pemahaman
bagi pembaca tentang cara kerja GSM dan CDMA
·
Sebagai referensi bagi
pembahasan – pembahasan terkait
1.3 Metode Penelitian
Metode
penelitian yang dipakai pada penulisan jurnal ini adalah dengan melakukan
observasi baik di buku maupun di internet. Selain itu penulis sedang
mempraktikkan apa yang ditulis.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Jaringan Internet Global System For Mobile (GSM)
Global system for Mobbile atau GSM adalah generasi kedua dari standar sistem
seluler yang tengah dikembangkan untuk mengatasi problem fragmentasi yang
terjadi pada standar pertama di negara Eropa GSM adalah sistem standar seluler
pertama didunia yang menspesifikasikan digital modulation dan network level
architectures and service.
Sebelum muncul standar GSM ini negara-negara di Eropa menggunakan standar yang
berbeda - beda, sehingga pada saat itu tidak memungkinkan seorang pelanggan
menggunakan single
subscriber unit
untuk menjangkau seluruh benua Eropa. Pada awalnya sistem GSM ini dikembangkan
untuk melayani sistem seluler Eropa dan menjanjikan jangkauan network yang
lebih luas seperti halnya penggunaan ISDN. Pada perkembangaannya, sistem GSM
ini mengalami kemajuan pesat dan menjadi standar yang paling populer di seluruh
dunia untuk sistem seluler. Bahkan, pertumbuhannya diprediksikan akan mencapai
20 samapai 50 juta pelanggan pada tahun 2000. Penggunaan alokasi frekuensi 900
MHz oleh GSM ini diambil berdasarkan rekomendasi Gropue Special
Mobile (GSM) cimitte yang merupakan salah satu grup
kerja padaConfe'rence Europe'ene Postes des
Telecommunication (CEPT).
Namun pada akhirnya untuk alasan marketing GSM berubah namanya menjadi The Global System
for Mobile Communication, sedangkan standar teknisnya diambil dari European Technical Standards Institute (ETSI) GSM pertama kali
diperkenalakan di Eropa pada tahun 1991 kemudian pada akhir 1993 , beberapa
negara non Amerika seperti Amerika Selatan , Asia dan Australia mulai
mengadopsi GSM yang akhirnya menghasilkan standar baru yang mirip yaitu DCS
1800, yang mendukung Personal Communiction Service (PCS) pada freuensi 1,8 Ghz
sampai 2 Ghz.
2.2 Arsitektur GSM
Secara
garis besar terdiri dari 4 subsistem yang terkoneksi dan
berinteraksi antar sistem
dengan user melalui network interface, subsistem
tersebut adalah arsitektur
jaringan GSM dan terdiri atas :
1. Mobile System
Merupakan
perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. Terdiri
atas Mobile
Equipment dan Subscriber
Identity Module.
2. Base Station
Terdiri atas Base Station Controller dan Base Transceiver Station.
Dimana, fungsi dari BSS
adalah mengontrol tiap – ti ap BTS yang terhubung kepada nya. Sedangkan fungsi
dari BTS adalah untuk berhubungan langsung dengan MS dan juga berfungsi sebagai
pengirim dan penerima sinyal.
3. Network Sub – system
Terdiri
dari MSC, HLR, dan VLR. MSC atau Mobile Switching Controller adalah inti dari jaringan GSM
yang berfungsi untuk interkoneksi jaringan, baik antara seluler maupun dengan
jaringan PSTN.Home Location Register atau HLR berfungsi untuk
menyimpan semua data dari pelangga secara permanen. Untuk VLR atau Visitor Location
Register berfungsi untuk data dan informasi pelanggan.
4. Operation and Support
System
Merupakan
subsistem dari jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian
diataranya adalah fault management, configuration managemen, dan inventory management.
2.3 Teknologi
Code Division Multiple Access (CDMA)
Teknologi Code
Division Multiple Access (CDMA) adalah teknologi selular digital yang
menggunakan teknik spektrum sebar. CDMA tidak menggunakan sistem yang saling
bersaing seperti GSM (Global System for Mobile Communications) yang
menggunakan TDMA (Time Division Multiple Access), CDMA tidak menetapkan
frekuensi tertentu untuk setiap pengguna. Pada teknologi CDMA, setiap saluran
menggunakan spektrum penuh yang tersedia. Percakapan individu diberi kode
dengan urutan digital acak-lancung (pseudorandom).
Teknologi CDMA
memanfaatkan tenaga prosesor komputer modern yang memungkinkan untuk melakukan
percakapan dalam salah satu kanal tertentu.
Teknologi CDMA menggunakan percakapan
penyebaran ganda di sepanjang spektrum dengan segmen yang luas sehingga
teknologi CDMA disebut juga sebagai Spread Spectrum Technology.
Pola kerja teknologi
CDMA memastikan kualitas suara yang lebih baik, dan terus diperluas oleh
mikroprosesor yang ada didalam ponsel. Teknologi CDMA juga menyediakan
kapasitas suara dan komunikasi data, memungkinkan lebih banyak pelanggan yang
berhubungan pada waktu yang bersamaan.
2.4 Perbedaan
GSM dan CDMA
Dari aspek teknologi
baik GSM maupun CDMA merupakan standar
teknologi seluler digital, hanya bedanya
GSM dikembangkan oleh Negara-negaraeropa dan bersifat "open source",
sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Yang perlu diperhatikan bahwa
teknologi GSM dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda, sehingga perkembangan
ke generasi 2,5G dan 3G berikutnya akan berbeda terus. Teknologi CDMA didesain
tidak peka terhadap interfensi dan sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat
mengakses pita spectrum frekuensi secara bersama karena mempergunakan teknik
pengkodean tertentu.
Ponsel CDMA ada dua
jenis tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus deprogram oleh petugas
operatoryang bersangkutan, dan satu lagi ponsel CDMA yang dilengkapi dengan
RUIM (Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal
dengan SIM Card. Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan CDMA.
misalnya, komunikasi selular tidak lagi rawan radiasi, tidak lagi seperti suara
robot, tidak terputus-putus.
Gambar Perbedaaan CDMA dan GSM
2.5 Perbedaan
mendasar teknologi GSM dan CDMA
Perbedaan mendasar dari
teknologi CDMA adalah sistem modulasinya.
Modulasi CDMA merupakan kombinasi FDMA (Frekuensi
Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access).
Pada teknologi FDMA, 1 kanal frekuensi melayani 1 sirkuit pada satu waktu,
sedangkan pada TDMA, 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan
cara slot waktu yang berbeda. Pada CDMA beberapa pengguna bisa dilayani pada
waktu bersamaan dan frekuensi yang sama, dimana pembedaan satu dengan lainnya
ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan spektrum frekuensinya
teknologi CDMA sangat efisien. Kelebihan yang ditawarkan CDMA antara lain
kualitas suara dan data, harga atau tarif yang lebih murah, investasi yang
lebih kecil, dan keamanan dalam berkomunikasi (tidak mudah disadap). Teknologi
GSM denganGPRS-nya akan terlibas dengan kontent pada CDMA karena
keterbatasan akan lebar data dan aplikasi multimedia pada teknologi GSM. Kelebihan
teknologi berbasis GSM diindonesia adalah coverage yanga luas dan roaming
jelajah yang sangat luas baik dalam negeri bahkan seluruh dunia, sedangkan CDMA
dengan telkomflexi masih sangat terbatas.
BAB
III
PEBAHASAN
3.1 PENGERTIAN
3.1.1 GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS
(GSM)
GSM (singkatan bahasa
Inggris: Global System for Mobile Communications, GSM ) adalah salah satu
standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifatterbuka. Telepon GSM
digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara.Banyaknya
standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan “persetujuan roaming”
antar operator telepon genggam. Ada pun pengertian lain dari Global System for
Mobile communication (GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi
bergerak digital. GSM adalah nama dari sebuah group standarisasi yang dibentuk
di Eropa tahun 1982 untuk menciptakansebuah standar bersama telpon bergerak
selular di Eropa yang beroperasi pada daerah frekuensi 900MHz. GSM saat ini
banyak digunakan di negara-negara di dunia.GSM berbeda banyak dengan teknologi
sebelumnya dalam pensinyalan dan “channel” pembicaraan adalah digital, yang
berarti iadipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM
merupakan sebuah standar terbuka yang sekarang ini dikembangkan oleh 3GPP.

GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATIONS (GSM) Dari
sudut pandang konsumen, keuntungan kunci dari sistem GSM adalah kualitas suara digital
yang lebih tinggi dan alternatif biaya rendah untuk menelpon dan juga pesan
teks. Keuntungan bagi operator jaringan adalah kemampuannya menerapkan
peralatan dari ”vendor” yang berbeda karena standar terbuka membuat
inter-operasi menjadi mudah. Juga, standar ini telah mengizinkan operator
jaringan untuk menawarkan jasa roaming yang berarti pengguna dapat menggunakan
telepon mereka di seluruh dunia. GSM terus mendapat kompatibilitas dengan
generasi sebelumnya, selagi standar GSM ini terus berkembang, contohnya
kemampuan paket data ditambahkan ke versi Release ’97 dari standar ini, dengan
cara GPRS. Data transmisi kecepatan tinggi juga telah diperkenalkan dengan EDGE
dalam versi Release 99 dari standar ini.
3.1.2 CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (CDMA)
Code division multiple
access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan(bukan sebuah skema
pemodulasian) dan sebuah metodeakses secara bersamayangmembagi kanal tidak
berdasarkan waktu (seperti padaTDMA) atau frekuensi (seperti padaFDMA), namun
dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yangdiasosiasikan dengan
tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensikonstruktif dari
kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.Dalam perkembangan
teknologi telekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan dengan
generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masadepan.
CDMA juga mengacu pada sistem
telepon seluler digital yang menggunakanskema akses secara bersama ini,seperti
yang diprakarsai olehQualcomm.CDMA adalah sebuah teknologi militer yang
digunakan pertama kali padaPerang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk
menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk
mentransmisikan tidak hanya pada satufrekuensi, namun pada beberapa frekuensi,
menyulitkan Jerman untuk menangkapsinyal yang lengkap.Sejak itu CDMA digunakan
dalam banyak sistem komunikasi, termasuk padaGlobal Positioning System (GPS)dan
pada sistem satelit Omni TRACS untuk logistik transportasi. Sistem terakhir
didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu
insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan Soft Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang
diperlukan untuk menjadikan CDMA praktisdan efisien untuk komunikasi seluler
terrestrial.
Gambar CDMA Network Architecture
3.2 CARA KERJA
3.2.1 GSM
GSM atau Global System
for Mobile Communications merupakan teknologi digital yang bekerja dengan
mengirimkan paket data berdasarkan waktu, atau yang lebih dikenal dengan
istilah timeslot. GSM sendiri merupakan turunan dari teknologi Time Division
Multiple Access (TDMA). Teknologi TDMA ini mengirimkan data berdasarkan satuan
yang terbagi atas waktu, artinya sebuah paket data GSM akan dibagi menjadi
beberapa time slot.
Timeslot inilah yang akan digunakan
oleh pengguna jaringan GSM secara ternporer (sementara). Maksud dan
digunakannya timeslot secara temporer adalah timeslot tersebut akan dimonopoli
oleh pengguna selama mereka gunakan, terlepas dan mereka sedang aktif berbicara
atau sedang idle (diam).
Gambaran yang lebih mudah untuk
memahami prinsip kerja GSM. Analoginya seperti ini: andaikan sebuah armada
taksi (dalam kasus ini berperan sebagai operator) yang memiliki 100 armada
taksi (armada sebagai time slot). Armada taksi (timeslot) tersebut disewa oleh
penumpang (pengguna). Secara otomatis, armada taksi tersebut tidak bisa
digunakan oleh pengguna lain, walaupun bisa jadi pengguna tadi sedang tidak
berada di dalam taksi (seperti sedang menunggu atau sedang bertamu ke suatu
tempat sedangkan taksinya disuruh menunggu). Dalam posisi seperti ini, sudah
jelas bahwa taksi itu sudah di-booking oleh pengguna pertama dan tidak mungkin
melayani penumpang lain. Taksi tersebut baru bisa digunakan oleh penumpang lain
ketika pengguna pertama sudah selesai menggunakan taksi tersebut (sudah sampai
tujuan dan sudah dibayar). Inilah yang disebut prinsip monopoli temporer pada
jaringan GSM.
Dari gambaran di atas terlihat
jelas bahwa sistem GSM tidak mengizinkan penggunaan ponsel jika sistemnya sudah
penuh (saat seluruh armada taksi sudah disewa, maka tidak ada lagi taksi kosong
untuk disewa penumpang baru). Inilah yang membuat pengguna akan mendengar nada
sibuk dari ponselnya saat hendak melakukan panggilan keluar (outgoing call).
Namun, prinsip yang digunakan oleh GSM juga memiliki kelebihan. Teorinya,
timeslot dedicated yang disediakan ini menjamin penggunanya bisa mendapatkan
kualitas layanan komunikasi yang lebih konstan, tidak naik turun.
Kekurangannya adalah ketika
jaringan GSM sudah penuh, maka pemilik ponsel biasanya akan mengalami kesulitan
untuk melakukan panggilan atau bahkan menerima panggilan. Hal ini disebabkan
oleh tidak adanya timeslot kosong yang bisa digunakan. Kembali ke analogi di
awal pembahasan: jika semua armada taksi sudah disewa, Anda tidak akan
mendapatkan taksi kosong.
3.2.2
CDMA
Berbeda dengan
teknologi GSM, teknologi CDMA tidak menggunakan satuan waktu, melainkan
menggunakan sistem kode (coding). Prinsip ini sesuai dengan singkatan CDMA itu
sendiri, yaitu Code Division Multiple Access. Jadi, sistem CDMA menggunakan
kode-kode tertentu yang unik untuk mengatur setiap panggilan yang berlangsung.
Kode yang unik ini juga akan mengeliminir kemungkinan terjadinya komunikasi
silang atau bocor.
Seperti sudah dibahas di awal, CDMA
tidak menggunakan satuan waktu seperti layaknya GSM/TDMA. ini menjadikan CDMA
memiliki kapasitas jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan jaringan GSM.
Namun, hal ini tidak berarti jaringan CDMA akan lebih baik daripada jaringan
GSM karena tetap ada batasan-batasan tertentu untuk kapasitas jaringan yang
dimiliki oleh CDMA.
Seperti jaringan GSM, analogi yang
sederhana untuk memudahkan Anda memahami prinsip kerja jaringan CDMA.
Analoginya seperti ini: jika jaringan GSM diumpamakan sebagai armada taksi,
maka jaringan CDMA bisa diumpamakan sebagai sebuah bus. Sebuah bus (diumpamakan
sebagai frekuensi) bisa menangani banyak penumpang bus (pengguna yang melakukan
panggilan). Hal ini dimungkinkan karena setiap penumpang menggunakan kode
tertentu yang unik. Hal ini juga yang memungkinkan tidak terjadinya komunikasi
silang atau bocor. Setiap penumpang bisa berbicara dan menentukan tujuannya
tanpa takut terganggu ataupun mengganggu penumpang lain. Bus ini juga tidak
akan dimonopoli oleh satu orang saja, sehingga setiap orang bisa menggunakan
bus tersebut untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuannya masing-masing.
Namun, seperti layaknya sebuah bus,
jika sudah terlalu banyak penumpang maka jalannya semakin berat dan kenyamanan
penumpang akan terganggu (isi dalam bus akan semakin sesak). Hal yang sama juga
terjadi di jaringan CDMA yaitu jika jaringan sudah terlalu penuh, maka yang
terjadi adalah penyusutan coverage area (ruang lingkup atau jangkauan) dan
jaringan CDMA itu sendiri. Jika diumpamakan, semakin sesak isi bus maka ruang
gerak setiap penumpang juga akan menyempit. Tidak jarang pula kualitas suara
menjadi korban dan penuhnya jaringan CDMA.
Kesimputan: Tidak ada gading yang
tidak retak.
Sistem telepon selular berbasis
digital, baik itu GSM maupun CDMA memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Untuk area yang lebih padat penggunaannya, teknologi CDMA
tampaknya lebih unggul untuk melayani banyak sambungan secara bersamaan. Hal
ini disebabkan oleh karakteristik dan jaringan CDMA itu sendiri. Dengan
menggunakan jaringan CDMA, sebuah daerah yang padat penggunaannya akan memiliki
kemungkinan koneksi yang lebih tinggi, walaupun bisa jadi terjadi penurunan
coverage area dan kualitas suara jika beban jaringan terlalu tinggi. Teknologi
GSM pada intinya lebih sesuai untuk daerah yang tidak terlalu padat, namun
sangat membutuhkan coverage area yang konstan. Selain itu, area perkotaan
sekarang memiliki banyak gedung bertingkat. Karakter geografis seperti ini
sangat berpotensi memperlemah sinyal sehingga coverage area semakin kecil.
BAB
IV
KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Teknologi seluler
adalah sistem telekomunikasi tanpa kabel (nirkabel) yang menggunakan gelombang
radio sebagai media pembawanya, dengan sel berbentuk seperti segienam. Dewasa
ini, teknologi seluler terbagi dua, yaitu GSM dan CDMA. Perbedaan mendasarnya
terletak pada modulasinya dan sistem multuplexnya.
Prinsip kerja mengenai
teknologi GSM dan CDMA system penerimaan data melalu jaringan digital khususnya
dalam dunia komunikasi. Semua data yang dikirim maupun diterima dalam jaringan
ini harus dalam bentuk digital.
Teknologi seluler digunakan pada
layanan telepon (bicara), pesan teks, internet, dan berbaagi layanan lainnya.
Setelah dibandingkan dengan teknologi lain, teknologi seluler memang teknologi
terkini.